Categorized | ,

Rusli Zainal sang Visioner berkunjung ke rumah saya

Selasa, Juni 30, 2009

Tiada kabar sebelumnya, tiba-tiba saja kepala pemerintah di suatu pulau paling barat Indonesia yaitu Propinsi Riau dating di daerah saya yang masih dikatakan terpencil itu. Rusli zainal – demikian nama itu tertulis pada sepotong kain diatas kantongnya. Kedatangan beliau bukan tujuan untuk mengambil simpati warga disini. Bukan kampanye namun… kedatangan beliau adalah hendak menemui seorang pemuda ganteng, yang tinggal di sebuah desa kecil di bawah lereng gunung kabuju. Pemuda itu adalah saya.
Saat itu kebetulan saya tidak berada di rumah atau sedang ngeblog. Masuklah panggilan dari seorang tetangga saya…
“Gawat… gawat…” dengan nada pembicaraan cepat
“Gawat napa…?” jawabku mencoba menenangkan suasana
“aa… aaaa…. Ada banyak orang menyerbu rumah kamu”
“orang dari mana..?”
Tut…. Tut…..tut… seketika telpon putus sepertinya kondisi pulsa tak dapat lagi melakukan komunikasi.
Dalam benak terbetik, siapa yang serbu rumah saya ya…?
Kesalahan apa yang kulakukan tadi, kemarin, kemarinnya lagi…. Minggu lalu, bulan lalu?
Se-tahu-ku saya tak pernah ngomong macam-macam, pukul, nabrak orang! Ini aneh…
Segera saya coba kontak balik untuk memastikan apa yang terjadi disana. Namun… lagi-lagi, saya dapat kendala “ternyata pulsa tak cukup untuk melakukan panggilan”. Heran bercampur tanda tanya. Pertanda apakah semua ini? Baru kali ini pulsa saya kosong… biasanya selalu terisi, sebab ada teman yang selalu mengisi pulsa saya secara rutin dalam jangka 2 hari.
Pertanyaan dalam benak semakin mendesak, akhirnya kutarik kesimpulan “saya harus ke rumah” perjalanan semakin dekat dari rumah, jalanan macet total. Dalam benak mencuat keinginan tuk bertanya pada orang sekitar baik yang melintas maupun yang senasib terjebak dalam kemacetan. Namun sangat berat melemparkan kata-kata pada orang-orang, orang yang baru pertama kali kulihat wajahnya. Kucoba mencari sela dan memajukan motor perlahan. Dengan waktu yang tidak singkat, baru kusadari ternyata posisiku sudah 5 meter ke depan. Lalu terus kucoba… dan kucoba lagi untuk maju….
Ku menatap lurus ke depan… terlihat belasan mobil berjejeran dipinggir jalan. jenis mobil yang tak pernah ku lihat sebelumnya di kecamatan ini.
Didepan rumah telah menunggu orang-orang berwajah pejabat “mirip anggota dewan” gitu. Saya menerobos perlahan “disela” badan-badan yang menghadap ke arah rumah saya. “maaf pak… tak boleh masuk” serius ucapnya seorang berpakaian seragam hijau gelap – polisi pamong praja – demikian jabatan yang di emban pemuda itu.
“Ini rumah saya” spontan ungkapku sambil tersenyum pasti. Oh…. Silahkan pak “bapak telah ditunggu dari tadi!”. Sementara didalam rumah telah ada Rusli Zainal Sang Visioner sedang ngobrol ringan dengan umi dan aji saya. Dan di luar rumah terlihat beberapa wartawan hendak mendekati saya seakan hendak merampas segala informasi dari-ku. Sementara ditelinga saya terdengar panggilan, sangat keras dan dekat kedengarannya, suara yang tak asing lagi, namun sangat menggetarkan hati, mencabit pikiran. “Hayya Ala shalah” saya terjaga. Sejenak memori pikiran, kembari bereaksi “ternyata bunga tidur” namun begitu jelas teringat kejadian beberapa saat yang lalu. Hingga ku tuangkan dalam blog ini…. Salam……….

6 Responses to “Rusli Zainal sang Visioner berkunjung ke rumah saya”

Benny mengatakan...
Selasa, Juni 30, 2009

hehe.. dari pertama baca sy udh menduga.. ternyata hanya bunga tidur.

But,seru juga ceritanya.. walaupun hanya sekedar mimpi. coba klo beneran kan bisa pesen mobil mewah.. :)

Salam kenal.

albri mengatakan...
Minggu, Juli 05, 2009

hahahaha sampai terbawa mimpi. semoga menang bos kontes ini

albri mengatakan...
Minggu, Juli 05, 2009

hahahaha sampai terbawa mimpi. semoga menang bos kontes ini

ashergben mengatakan...
Kamis, Juli 09, 2009

gue kirain beneran loh hahahaha keren juga nih ceritanya

rusli zainal sang visioner mengatakan...
Kamis, Juli 09, 2009

sampe kebawa mimpi.. hahaha emang kalo ikutan konts gitu tuh jadi penasaran

kucrit mengatakan...
Senin, Agustus 10, 2009

wekekekekekek... hampir saja ane ngucapin selamat mas.. ndak tahunya..

Poskan Komentar

Untuk link sudah ada tempatnya jadi jangan masukkan link lagi di dalam komentar anda...kalau hanya url tidak apa2 asal jangan pakai link karena dengan terpaksa saya hapus...maaf kalau anda keberatan...dan lebih baik jangan berkomentar aja kalau tidak ingin keberatan...!!!

Recent Comments