Categorized | ,

Bersaing Secara Terhormat | kata AA GYM

Kamis, Juni 25, 2009

Stop Dreaming Start Action, Bersaing Secara Terhormat
Bersaing adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan itu, karena tanpa bersaing maka kita akan tetap di tempat, ada benarnya slogan Stop Dreaming Start Action (ga nyambung kali ya :D ah disambung aja ya) yang lagi marak-marak saat ini yaitu jangan terlalu banyak bermimpi dan berkhayal apa lagi jika itu tidak di barengi dengan perlakuan dan sikap yang real dan nyata. Namun bukan berarti dreaming atau mimpi itu tidak boleh, itu boleh saja asal di barengi dengan Action itu. Dalam hal bersaing pun tidak sedikit orang yang berakhir dengan hubungan yang retak karena satu sama lainnya tidak mau menerima kekalahan dan tidak banyak juga yang stress karena kalah dari medan perang persaingan tersebut, dan saya berharap semoga saya tidak termasuk seperti itu dan begitu juga dengan anda sekaliannya.

Akhir-akhir ini teman-teman semua pasti tahu bahwa saat ini aura persaingan sangat ketat sekali baik itu persaingan dari kalangan bawah, kalah menengah dan bahkan kalangan atas pun terjadi hal ini, namun pembawaan dari persaingan ini tentu saja tidak sama antar yang bawah, tengah dan atas tersebut. Saya yakin anda semua tidak ingin hal seperti ini terjadi oleh karena itu marilah kita sama-sama menjaga hati, menjaga persaingan, dan melakukan persaingan secara fair dan jujur walaupun untuk jujur itu mendekati kejujuran, dan untuk itu mari kita dengarkan dan baca siramin rohani dari ustad AA.Gym berikut ini yang saya ambil dari seri bunga rampai edisi 8 yaitu tentang indahnya bersaing secara terhormat:

Indahnya Bersaing Secara Terhormat
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
Bismillaahirrahmanirrahiim,

Semoga Allah yang Maha Menyaksikan setiap persaingan dari mahluk-mahluknya menjadikan persaingan menjadi bagian nikmat dari Allah yang bisa membuat diri kita semakin lebih baik dan membuat kita mampu berbuat yang terbaik. Semoga Allah melindungi kita dari persaingan yang menyengsarakan, mencelakakan dan menghinakan amiin.

Pemirsa yang budiman sudah menjadi sunnatulloh bahwa siapapun yang punya keinginan dan kepentingan harus siap berjuang yang salah satunya adalah persaingan.

Negara kita adalah negara yang sarat dengan pengalaman persaingan. Kita kemarin sudah pemilu. Persaingan antar partai, di dalam partai sendiri terjadi persaingan calon anggota dewan, sesudah itu pesaingan calon presiden. Kita coba ambil persaingan di rumah siapa yang biasa bersaing di rumah, adik kakak bersaing supaya lebih di sukai orang tua, persaingan di majelis ta'lim, dan lainnya.

Yang paling berbahaya adalah jika persaingan dilakukan dengan cara yang tidak baik. Persaingan itu sendiri adalah fitrah manusiawi, kita sudah nalurinya bersaing, survival. Tetapi yang berbahaya bukan persaingannya tetapi yang berbahaya adalah niat dan cara dalam bersaing.

Di negara kita kalau bersaing tidak hati-hati dan disikapi negatif maka akan terjadi, yang pertama akan gelisah, stres, tegang, selalu mencermati pesaingnya, gelisah takut lawannya menang. Yang kedua dia cendrung licik, dia akan menghalalkan segala cara sehingga nilai dirinya akan semakin merosot demi mencapai tujuan. Misalkan ada yang ke dukun, upaya-upaya licik diantaranya dengan menghina, menyebar isu, fitnah, menyebar kejelekan, menjatuhkan dan lainnya.

Ciri khas pesaing negatif adalah dia berusaha menjatuhkan pesaingnya walaupun dengan cara yang tidak benar, menyebar isu, dan celakanya jika bersaing tidak sehat maka dia akan melihat pesaing itu sebagai musuh yang harus dia jatukan, dihancurkan, dilindas, diremukkan kalau perlu dihabisi. Akibatnya persaingan menumbuhkan kesengsaraan, kehinaan dan kedzoliman.

Biasanya orang seperti ini sangat tidak siap untuk kalah. Kalau orang caranya tidak bagus niatnya tidak benar biasanya takut sekali kalah. Kalau bersaing dengan sehat, berlomba-lomba dalam kebaikan maka dia harus melihat bahwa persaingan itu karunia Allah. Kenapa ada persaingan? Persaingan adalah karunia Allah agar kita bisa memompa kempuan kita dengan optimal. Kalau tidak ada pesaing kita tidak jadi optimal. Padahal kalau namanya keuntungan dalam islam "Man kaana Yaumuhu Khairan min amsihi fahuwa raabihun", Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung.

Siap bahwa hidup ini adalah persaingan. Siap seperti apa? Sedia payung sebelum hujan, orang yang sedia payung sebelum hujan, tidak hujan tenang, jika hujan, sudah ada payung dan juga akan tenang. Coba kalau tidak ada payung, hujan panik. Dimanapun kita berada kita siap ada pesaing. Supaya persaingan menjadi sehat, yang pertama siap, yang kedua nikmati persaingan. Sehingga begitu ada persaingan, inilah saatnya mengoptimalkan perbaikan diri saya. Maka kalau ada perlombaan, bukan perkara menang atau kalah tetapi perkara bagai mana menjadi lebih baik.

Pesaing yang tidak baik suka mendengki. Orang yang dengki senang lihat orang sengsara, dan sengsara lihat orang senang. Pendengki itu, dia yang dzolim dia yang sengsara. Yang kita butuhkan bukan kemenangan yang kita butuhkan adalah berubah menjadi lebih baik, dan ini adalah kemenangan. Oleh karena itu tetaplah bersaing dimanapun berada dengan tatapan nikmat dari Allah sebagai karunia.

Dan yang ketiga sikapi kemenangan dan kekalahan dengan sikap terhormat jadi tidak pernah kalah. Cobalah kalau kalah jangan menangis tapi tegar. Tak satupun yang tidak ada resiko. Bisa jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal baik menurut Allah bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi Allah, engkau tidak mengetahui apa-apa, sedang Allah Maha Mengetahui.

Kemenangan itu, kalau kita di puji langsung merendah hati, bahwa kemenangan bukan karena kehebatan diri, kemenangan bukan karena kehebatan ikhtiar, kemenangan adalah ketentuan Allah yang sudah ada sebelumnya dan ini bukan sebuah kesuksesan. Sombong itulah yang membuat menang itu jadi kalah seketika karena dia gagal mengendalikan dirinya. Tidak perlu meremehkan pesaing karena dengan adanya pesaing itulah kita menjadi sukses. Kita tidak akan hina karena dihina, kita akan menjadi hina kalau kita menghina, menang kalah itu biasa. Tidak pernah kalah orang yang biasa mengolah kekalahan dengan sikap yang terhormat, karena kemenangan adalah pengendalian diri kita dari sesuatu yang tidak Allah ridhoi, rendah hati ketika mendapat pujian dan tidak sakit hati ketika mendapat kekalahan.

Alhamdulillaahirobbil’alamin.
Sumber: Buletin InfoDT Jakarta - No.18/Tahun IV/Desember 2004
Rangkuman Pengajian Majelis Manajemen Qolbu, Masjid Istiqlal, Ahad 12 Desember 2004. - Humas DT Jakarta -

4 Responses to “Bersaing Secara Terhormat | kata AA GYM”

Belajar SEO Blogspot mengatakan...
Kamis, Juni 25, 2009

Tumben tulisannya serius .. he he he .. butuh suntikan $ gak bro ?

Milikku Bukan Milikmu mengatakan...
Jumat, Juni 26, 2009

heee iya bang sekali-kali..wah butuh banget nih :D

albri mengatakan...
Senin, Juni 29, 2009

Ahhhh setuju bos, ulama idola aku selalu ingin menirunya terutama masalah poligami hehehe

albri mengatakan...
Senin, Juni 29, 2009

Ahhhh setuju bos, ulama idola aku selalu ingin menirunya terutama masalah poligami hehehe cuma susah gak ada cewek yang setuju

Poskan Komentar

Untuk link sudah ada tempatnya jadi jangan masukkan link lagi di dalam komentar anda...kalau hanya url tidak apa2 asal jangan pakai link karena dengan terpaksa saya hapus...maaf kalau anda keberatan...dan lebih baik jangan berkomentar aja kalau tidak ingin keberatan...!!!

Recent Comments