Karena bingung memikirkan cara agar membuat postingan saya kemarin tentang Rusli Zainal Sang Visioner bisa naik sekurang2nya ada di 50 besar membuat saya bingung sendiri dan lama berpikir untuk memikirkan apa yang akan saya tulis dan bahas nanti tentang rusli zainal sang visioner ini akhirnya membuat saya membuka-buka kembali file yang ada di komputer siapa aja tahu ada tulisan-tulisan yang berbau Sang Visioner kan bisa nanti di kembangkan, namun sayang yang ada hanya tulisan tentang Rusli Zainal saja dan itu pun bukan sosok dan profil Rusli Zainal Sang Visioner karena RZ yang ini adalah orang lain. Ya udah dari pada lama-lama bingung enaknya langsung Start Action Aja deh karena secara tidak sengaja saya menemukan file kumpulan puisi di komputer...ya udah dari pada lama-lama melamun lebih baik posting puisi dulu ah dari pada Dreaming yang tidak-tidak...oke bagi anda yang suka puisi yuk hayati puisi berikut ini:
Negeri yang Menggigil
Kesedihan adalah kumpulan layang-layang hitam
yang membayangi dan terus mengikuti
hinggap pada kata-kata
yang tak pernah sanggup kususun
juga untukmu, adik kecil
Belum lama kudengar berita pilu
yang membuat tangis seakan tak berarti
saat para bayi yang tinggal belulang
mati dikerumuni lalat karena busung lapar
aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kulihat di televisi
ada anak-anak kecil
memilih bunuh diri
hanya karena tak bisa bayar uang sekolah
karena tak mampu membeli mie instan
juga tak ada biaya rekreasi
Beliung pun menyerbu
dari berbagai penjuru
menancapi hati
mengiris sendi-sendi diri
sampai aku hampir tak sanggup berdiri
sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Lalu kudengar episodemu adik kecil
Pada suatu hari yang terik
nadimu semakin lemah
tapi tak ada uang untuk ke dokter
atau membeli obat
sebab ayahmu hanya pemulung
kaupun tak tertolong
Ayah dan abangmu berjalan berkilo-kilo
tak makan, tak minum
sebab uang tinggal enam ribu saja
mereka tuju stasiun
sambil mendorong gerobak kumuh
kau tergolek di dalamnya
berselimut sarung rombengan
pias terpejam kaku
Airmata bercucuran
peluh terus bersimbahan
Ayah dan abangmu
akan mencari kuburan
tapi tak akan ada kafan untukmu
tak akan ada kendaraan pengangkut jenazah
hanya matahari mengikuti
memanggang luka yang semakin perih
tanpa seorang pun peduli
aku pun bertanya sambil berteriak pada diri
benarkah ini terjadi di negeri kami?
Tolong bangunkan aku, adinda
biar kulihat senyummu
katakan ini hanya mimpi buruk
ini tak pernah terjadi di sini
sebab ini negeri kaya, negeri karya
Ini negeri melimpah, gemerlap
Ini negeri cinta
Ah, tapi seperti duka
aku pun sedang terjaga
sambil menyesali
mengapa kita tak berjumpa, Adinda
dan kau taruh sakit dan dukamu
pada pundak ini
Di angkasa layang-layang hitam
semakin membayangi
kulihat para koruptor
menarik ulur benangnya
sambil bercerita
tentang rencana naik haji mereka
untuk ketujuh kalinya
Aku putuskan untuk tak lagi bertanya
pada diri, pada ayah bunda, atau siapa pun
sementara airmata menggenangi hati dan mimpi
aku memang sedang berada di negeriku
yang semakin pucat dan menggigil
2 ::komentar:::
iKUTI kONTES seO ...rEBUT HADIAH 25 jUTA rUPIAH
wah wah sang pujangga lagi kebingungan apa yahh :D
Poskan Komentar
Untuk link sudah ada tempatnya jadi jangan masukkan link lagi di dalam komentar anda...kalau hanya url tidak apa2 asal jangan pakai link karena dengan terpaksa saya hapus...maaf kalau anda keberatan...dan lebih baik jangan berkomentar aja kalau tidak ingin keberatan...!!!